Breaking News

Kebijakan Belanda di Indonesia

Pada 27 Juni 1596 ekspedisi bangsa Belanda di bawah pimpinan Cornelis dehautman tiba di Banten.
Pada awalnya penerimaan penduduk banten bersahabat. Namun , karena tabiat kasar yang di tunjukan oleh awak kapal Belanda, penduduk Banten mengusir mereka. Walaupun demikian mereka mendapat rempah-rempah yang di sambut dengan suka cita oleh masyarakat Belanda. Cornelis dehoutman di anggap oleh bangsa Belanda sebagai pelopor pelayaran menemukan jalur laut ke Nusantara.

Ekpedisi Belanda yang ke dua tiba di Banten pada 28 November 1598 yang di pimpin oleh Jacob van Neck
dan Wybrecht van Wearwyck. Sikap hati-hati  Van Neck terhadap para pembesar Banten dan masyarakatnya menyebabkan mereka di terima dengan baik.
Sebagian dari mereka menuju daerah penghasil rempa-rempah yang lain yitu Maliku. Masyarakat Maluku yang ketika itu bermusuhan denag Portugal menyabut baik kedatangan bangsa Belanda.

Persaingan dengan pedagang-pedagang darri Eropa seperti Spanyol dan Portugis menyebabkan Belanda mendirikan kongsi dagang. Pada tanggal 20 Maret 1602 Belanda mendirikan perusahaanperdagangan yang di sebut VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie), artinya kongsi dagang Belanda di hindia Timur VOC bermaksud melindungi ubtuk membantu biaya perangnya  melawan Portugal dan Spanyol, VOC diberi hak dan wewenang yang luar biasa oleh pemerintah Belanda dalam bentuk monopoli.

Selain itu, pemerintah belandamemberikan kelulusan kepada VOC dengan memberi dengan membeari hak-hak istimewahitu di kenang sebagai hak octroyang meliputi sebagai berikut.

  • Mencetak dan mengedarkan uang.
  • Melakukan perang dan perdamaian.
  • Membuat benteng dan angkatan perang.
  • Mengatur pemerintahan kongsi.
  • Mengatur daerah.
  • Melaksanakan monopoli perdagangan.
  • Memungut pajak.

Pada tahun 1605 VOC mulai menguasai wilayah-wilayah di Nusantara. VOC berhasil menguasai Maluku setelah berhasil menguasai Portugis. Setelah menguasai Ambon, VOC mengangkat Pieter Both sebagai Gubernur Jendral VOC yang prtama. Setelah itu Jayakerta menjadi incarannya untuk dapat mengawasi lalu lintas perdagangan di salat Malaka dan Selat Sunda. Pada tahun 1619. Jayakarta berhasil dikuasai VOC. Mereka kemudian mengubah nama Jayakerta menjadi Batavia. Batavia kemudian  ditrtapkan sebagai pusat kegiatan VOC yang dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen.

VOC pun terus  melakukan perluasan kekuasaan ke seluruh Nusantara. Penguasaan yang dilakukan oleh VOC seringkali membawa keberhasilan dikarenakan oleh hal-hal sebagai berikut.

Baca juga : Gaya gravitasi dan cara melawan gaya gravitasi

Related Post:

Posted by: Tri Denda
Tri Denda - Berbagi Itu Asyik Updated at: 12:01 am

No comments:

Post a Comment

Berkomentar sesuai judul artikel dan tidak disingkat.
Kritik dan saran juga boleh asal sifatnya membangun!!

 
Desain Oleh Tri Denda